Skip to main content

Posts

Ketika Nyaman Berganti Menjadi Sisa Pengalaman

Lebih dari dua tahun bergelut dengan liputan politik yang notabene membuka luka masa lalu seorang anak korban kejahatan poltik membuat dia terpaksa perlahan mencintai dunia itu. Bukan karena pembahasan politik, lebih karena partner kerja yang menawarkan hangatnya persahabatan dalam tawa dan cela. Dia bukan orang yang gampang membuka diri untuk menyebut orang lain sebagai teman. Tapi di gedung wakil rakyat itu, dia mendapatkan apa arti teman yang mungkin mendekati arti sesungguhnya. Dia belajar. Dari yang tidak mengerti menjadi paham. Dari yang tak bisa bergaul menjadi bagian penting dari setiap cerita para jurnalis parlemen. Dia berubah. Dari yang tak suka memiliki menjadi merasa dimiliki teman-teman yang tigkat gilanya sudah akut. Dari yang tak terlalu suka tertawa menjadi orang yang sangat gampang terbahak hanya karena celetukan konyol salah satu anggota grup Kura Kura Ninja. Dia menjelma. Dari yang awalnya berkata sinis pada atasan agar tak ditempatkan di liputan poltik menjadi engg...

Rancu

Bisakah kita mengingat satu hal? Ya, hanya satu! Mengingat untuk melupakan sesuatu yang sudah tak seharusnya diingat. Buatku sulit. Entah bagaimana menurutmu. Mungkin sangat mudah, karena tak satu rongga otak pun yang kau sisakan untuk mengingat masa di mana kau sempat mengecap tawa dan luka. Kau sembuh total.  *** Malam kian tinggi waktu kau sekali lagi mencoba melakukan hal yang menurutmu manis, tapi tak begitu kusukai. Entah karena ketidaksukaan atau hal lain sampai aku akhirnya mengucap lebih baik kita sudahi semuanya. Tak seperti sebelumnya, kau justru menerima dengan sangaaaatt 'manis' apa yang menjadi keputusanku. Tak ada yang menang dan kalah. Kita sama. Sama-sama sepakat melupakan. *** Tapi, aku ternyata belum bisa berkomitmen sekuat itu. Masih banyak setan yang membuat ku mau tak mau kembali ke dimensi lain. Ya, dimensi saat berulang kali aku mengisi catatan hitam di benakmu. Terus terang, posisi itu lah yang membuatku sulit lupa. *** Tapi percayalah, semuanya sedang ...

24 Jam di Bangkok, Thailand

Jumat 20 Februari 2015, nyaris sore, tetiba gue ditelpon redaktur pelaksana. Gue sebut dia K dan gue F. K: Halo, Farah, kamu punya passport kan? F: Iya pak, punya K: Ada liputan ke Thailand, kita sudah ajukan, nunggu acc, mudah-mudahan bisa langsung acc, berangkat ya F: Oh gitu, yaudah pak gapapa, K: BPD-nya sudah diurus di finance F: Saya berangkat sendirian pak? K: Iya, yang lain susah. Ada yang ga punya passport ada yang ga bisa serahin passport dalam waktu dekat. Harusnya kamu berdua, tapi sendirian gapapa ya? F: Oke pak. Gapapa. Dalem hati sih pengen gerutu, tapi yaudahlah, Redpel gue ini baiknya setengah mampus. Ga mungkin nolak liputan penuh penderitaan ini. Segala sesuatu beres, kecuali uang jalan dari kantor atau yang disebut BPD. "Farah, BPD belum bisa keluar ya. Lo berangkat dulu aja. Balik dari Bangkok baru ambil uangnya di gue. Kantor ga bisa ngeluarin Dollar kalo mendadak," kata Nadya, orang finance kantor gue. Dengan langkah lunglai, gue berusaha tegar! Hahaha....

Jogja Kota Istimewa

Banyak hal yang bisa diceritain tentang tempat ini. Sejak menginjakkan kaki pertama kali pada 2008, gue mulai jatuh cinta sama kota ini. Tapi, jatuh cintanya gue sejak 2008 lalu itu ternyata cuma cinta monyet, karena tempat yang gue datengin cuma di sana-sana aja. Di kota-nya, candi-candi-nya yang udah biasa banget lah orang datengin. Nah, cinta gue mulai nambah ketika kemarin gue sempet ngunjungin beberapa tempat (yang udah bisa dikunjungin orang juga sih, hahha.... trus bedanya apa?? gatau! Yang penting intinya bikin gue maikn-makin jatuh cinta sama tempat ini) yang menurut gue keren! NB: Jangan berekspektasi terlalu tinggi sama tulisan gue ya. Ini tulisan hanya berisi curhat! hahah DAY 1 (29 JANUARI 2015) #Gunung Api Purba Kira-kira begitulah tempatnya. Menurut gue sih bagus! Secara gue suka sama batu-batui tingigi terjal nan perkasa, batu-batu yang ada di depan gue itu membuat gue ter-wow-wow! hahha.. Keren sih emang tempatnya. Kalo di foto pertama ada bukit batu, di kanannya ada p...

Bahagia itu Sederhana

Belakangan sering banget nemu (entah kalimat atau apa) 'Bahagia itu Sederhana'. Gue sih juga bingung itu kalimat atau barisan kata harusnya dipake buat apa, dalam kondisi apa dan soal apa? Soalnya, kadang orang-orang ngepost foto indomie doang tapi pake tu kata-kata. Atau, cuma ngepost foto kopi item plus rokok juga pake kata-kata itu. Intinya sih gue ga mau bahas tepat atau ga penggunaannya, gue sih justru pengen ikut-ikutan make tu kata-kata buat malem ini, heheheh... Buat orang yang keseringan susah buat 'lepas' ketika berteman, nemu orang yang suka GeJe bareng itu jadi barang mewah! Ya, gitu, soalnya, dari sekian banyak orang yang sering kita temuin, paling cuma beberapa yang bisa terus-terusan maen, jalan, ngegalau, atau emosian bareng! hahahahaha Kurang lebih 3,5 tahun kerja di media (yang harusnya jadi tempat kerja orang yang supel, ramah, dll, bukan kayak gue gini), gue berhasil menemukan orang yang bisa bareng-bareng ngelakuin hal-hal yang gue sebut di atas. **...

Pengalaman Baru dalam Mengedit Berita

Sepuluh tahun peringatan Tsunami Aceh. Itulah yang menjadi tema penulisan salah satu reporter online di media nasional tempatku bekerja. Memang, aku mendapat jatah libur pada hari H perayaan itu, 26 Desember lalu. Tak banyak hal yang bisa kuikuti tentang isu itu. Tapi hari ini, giliranku berjaga di kantor dan mnejadi editor magang untuk isu daerah. Satu berita menarik tiba-tiba menggerakkan tanganku untuk meng-klik-an kursor mouse-ku. Berita itu tentang kuburan massal. Aku tak tahu apa yang spesial, tapi sulit rasanya menahan haru ketika membaca dan pelan-pelan mulai mengedit pragraf demi paragraf tulisan reporter yang akrab disapa Aul itu. Aku merasa benar-benar ada di sana, di 'padang rumput' di mana puluhan ribu jasad korban Tsunami Aceh 2004 dimakamkan. Dadaku terasa sesak! Tapi, ini pekerjaan, aku harus bisa menetralisir perasaan. Tak boleh terlalu larut. Ya, berusaha untuk sama sekali tak terbawa suasana.. Tapi namanya manusia, tak ada yang bisa ditahan dengan...