Skip to main content

Posts

Jurnalis Sayang Jurnalis Malang

Belakangan gw agak keganggu sih sama pendapat orang soal jurnalis hanya memunculkan berita buruk soal corona. Cuma menimbulkan kepanikan. Melebih-lebihkan berita. Dan segala macam tai kucingnya. Baru-baru ini, seorang influencer bikin rusuh dunia persilatan karena menganggap (ah males gw ngomonginnya, lu pada pasti udah tau kan tuh ya). Hahahha.. Prinsipnya, berpendapat itu bebas, cuma harus terukur dan pastiin lu bener-bener mengerti apa yang mau dikomentarin. Kalo ga bener-benar tahu, mending diem aja BAMBANG! Masing-masing pekerjaan itu punya cara kerja masing-masing. Begitu juga kami, jurnalis. Soal corona, jurnalis juga harus langsung mencari berita soal itu. Untuk siapa? Ya untuk masyarakat yang butuh update berita dan gambaran jelas soal kondisi sebenarnya. Prosesnya mengerikan loh. Mereka harus langsung terjun ke pusat penyakit. Ambil gambar, observasi, kemudian pada akhirnya menyampaikan informasi detail sesuai yang dia lihat dan diperkuat  argumentasi narasumber k...

Jagoan Wacana

Ga ada yang gampang dalam memulai. Termasuk memulai percaya manusia masih bisa diajak berteman bahkan berlibur bareng. Beberapa waktu lalu, 'Jagoan Wacana' memutuskan mengakhiri segala wacana liburan. Kami merealisasikan rencana berlibur ke Bandung, Jawa Barat. Kami? Hahahaha... Tenang pemirsa! Gw emang jalan bareng tiga orang lainnya. Siapa? Ntar gw jelasin! 🌱 Renatha Gw ga ngerti ini manusia atau bukan. Hahaha... Renatha ini salah satu temen editor di kantor gw. Gw sama dia duduk belakang-belakangan. Dia rajin bekerja, gw rajin ngegame. Bocah ini pembangun mood di news room. Bacotnya suka bikin suasana rame. Ga ngerti dah. Bisa tetiba teriak Tuhan Yesus!, bisa tetiba nyanyi ga jelas, bahkan ga jarang marah-marah sendiri. Anaknya hobi jalan banget. Demennya naik gunung dan liburan ke pantai. Trus apa yang membuat gw memutuskan mau liburan bareng Renatha? Gw cuma punya keyakinan semenyebalkan gw atau dia, ga akan dibawa lama-lama.  BT-BTan...

Cerita Kita Selesai

Kamu, seperti yang banyak dipercaya orang, merupakan cinta pertama yang sempurna. Sosok yang selalu memberi kenyamanan dan kehangatan. Idealnya, kamu memberi gambaran sosok seperti apa yang akan menemani perjalanan hidup sang putri di masa depan. Di luar itu, kamu menjadi tokoh utama keluarga yang idealnya (lagi) bisa menjadi contoh. Kamu punya segalanya. Di mata orang-orang, kamu seperti malaikat. Melindungi, mengayomi, menjadi manudia nyaris sempurna. Utuh. Kamu seperti utuh menjadi manusia. Hampir semua orang memuji. Kamu sosok kuat, berprinsip, tak neko-neko, pantang curang. Hidupmu kau serahkan untuk mengabdi kepada negara, daerah, dan masyarakat yang meminta. Sangat sempurna bukan? Tapi kamu lupa. Berjalan terlalu lurus sampai lengah ada benda kecil yang membuatmu terpeleset. Kamu terjatuh. Seluruh tubuhmu kotor. Tapi ada seseorang yang buru-buru membersihkan badan besarmu itu. Kau kembali ke hadapan manusia lain dengan rapi. Sangat rapi. Kemudian kamu pergi. Berlal...

Merindu #1

Udah lama ga merasa kangen sebesar ini. Belakangan temen-temen SMA sering nongol dalam mimpi. Believe it or not , mimpi gw sering kejadian beneran. Sayangnya, cerita di dalem mimpi bareng mereka itu terlalu samar. Gw cuma yakin ini karena emang kangen ngobrol bareng mereka. Bukan pertanda bakal ada yang aneh-aneh. Jangan, Tuhan.  Setiap pulang ke Bengkulu, ada Ayu, Lidia, Cecep, Riski, dan Ojik yang sebisa mungkin ngajak gw jalan atau nemenin ngobrol di rumah nenek. Mereka emang udah akrab banget sama keluarga gw. Mereka yang ga pernah absen ketemu gw ini nih yang nongol mulu di mimpi. Semoga semua pertanda baik. Sudah. Cuma itu yang mau gw tulis. Hahaha...

Pulang

Kehidupanmu di sana, bukan bersama makhluk yang disebut manusia. Jangan berani-beraninya lagi masuk ke dunia mereka kalau tak sanggup. Pernah dianggap ada kemudian disekat itu sudah berkali-kali terjadi. Santai sedikit lah. Jangan terlalu kau pikirkan sampai melupakan hal-hal penting lainnya. Pulang lah. Duniamu masih terbuka. Teman-temanmu di sana masih setia menunggu. Mereka tak perlu bicara karena pasti tahu cara menghadapimu. Kau tak cocok dengan manusia. Kau terlalu rewel sejak ada di dunia mereka. Berubah jadi perasa. Terlalu banyak drama. Akibatnya, teman manusiamu mungkin muak. Kau hanya buang-buang waktu bila memaksa menjadi sama seperti mereka. Kesadaranmu tentang dirimu yang dulu itu harus segera dibangun, jika kau mau selamat. Pulang. Mereka menunggumu. Kau tak akan sendiri. Mereka menjanjikan itu.

Thank You

Ini kisah Gea. Mahluk yang pada akhirnya harus kembali menyerah karena manusia. Gea cuma seonggok tubuh yang diberi nyawa oleh pemiliknya. Dia tak begitu suka keramaian, tapi terpaksa menerima riweuhnya dunia manusia. Sekitar 2015, Gea yang sudah sangat anteng dengan hidupnya dihampiri seorang manusia yang menawarkan pertemanan. Sulit di awal, tapi pelan-pelan Gea mulai membuka diri. Mereka berteman lebih dari 3 tahun. Semua mulus. Gea merasa bisa menjadi manusia. Tertawa, bercanda, dan berbagai rasa khas manusia sudah mulai bisa dirasakan. Sayangnya, nasib Gea tak sebaik itu. Ia tak terlalu siap ketika dunia tersapu angin puyuh. Dunia Gea kelam. Dia jatuh tapi sulit untuk bangun. Gea yang pada awalnya terlalu tertutup kepada siapa pun akhirnya harus bicara agar tetap dalam batas waras. Menusia yang menjadi temannya selama ini dianggap bisa menenangkan. Keputusan besar harus diambil. Gea mencurahkan semuanya kepada manusia itu. Semua. Tak ada yang dirahasiakan sama sekali. ...

Liburan Drama ke Curug Maribaya, Lembang, Bandung!

Sabtu, 25 Agustus 2018 kami memutuskan nekat berangkat buat sekadar refreshing dan bikin konten perdana ESOES (gue jelasin belakangan makhluk apa si ESOES ini ya). Dalam keadaan cekak di akhir bulan, kami memilih liburan ke kawasan Bandung. Berkat Mbah Google ( thanks a lot loh yah yang nyiptain mesin  segala tau itu! hahaha), kami menemukan Curug Maribaya di Lembang, Bandung Barat. Ga terlalu jauh dari Stasiun Bandung. Perjalanan dimulai sejak menjejak Stasiun Bandung, sekitar jam setengah 8 pagi. Laper sih udah pasti. Berangkat subuh dari Jakarta jelas sarapannya ketunda. Kami keluar di pintu utara stasiun dan langsung menuju tukang kupat tahu yang ga sengaja ditemuin di pinggiran jalan pas lagi observasi angkot mana yang harus kami tumpangi ke tujuan utama. Butuh 15 menit untuk nikmatin kupat tahu (to be honest, gw baru pertama kali makan kupat tahu!). Gw sempet ngeluarin Nick dan Donald buat difoto demi kebutuhan Instagram Story (KZL kaga sih lo sama kelakuan si oje ini...