Skip to main content

Posts

Kembali 'Bernapas'

Nyaris 10 bulan lalu, 'bernapas' sepertinya menjadi sangat sulit. Sumber oksigen berkurang karena beberapa hal yang mau tak mau harus 'dinikmati'. Sejak saat itu, dunia yang katanya begitu luas terlihat sedikit menyempit. Terkadang, sesak sulit dihindari. Penolongnya cuma percaya dan ikhlas kalau semua akan kembali seperti semula dalam tempo tertentu. Kondisi itu bukan sesuatu yang dipaksakan pihak lain. Saya, satu-satunya orang yang menciptakan kondisi itu. Sedikit penyesalan pasti muncul. Cuma, ada hasil yang bisa membuat lega dan mengikis sesal sedikit demi sedikit. Sama sekali tak berat ternyata kalau dijalani dengan santai. Pura-pura lupa selagi bisa dan tak perlu meratap ketika pikiran itu berkecamuk. Sesederhana itu. Sampai Mei menjelang. Hari Buruh ternyata berefek. Ya, walau saya gatau juga di mana hubungannya, hahahahaha.... Sesosok 'pahlawan' datang dan memberi asupan oksigen. Cara memberinya pun berbeda. Bukan memberi oksigen baru dan men...

Senja ke-25 di Januari

Senja bakal tetap menjadi senja dalam kondisi cerah maupun hujan. Dia punya cerita sendiri yang pasti berbeda dengan ruang waktu lainnya. Sebenarnya tak ada perbedaan signifikan soal senja hari ini maupun kemarin. Sedikit saja. Senja hari ini mengantarkan banyak cerita baru. Sepasang kaki tak terlalu kokoh itu mencoba pengalaman baru. Ia melangkah kurang lebih 20 meter dari tempat semula. Kaki beralas sandal jepit itu kemudian berhenti melangkah tepat di balkon depan rumah. Matanya menyisir dari sisi kiri ke kanan. Langit masih tampak biru cerah. Hanya sedikit pendar oranye menyempil di tiap gumpalan rata awan. Pemandangan tak begitu spesial. Standar. Seorang bocah melintas dari sisi kanan rumah. Dari balkon, penampakan bocah itu sedikit kumal. Mungkin ia habis bermain bola kaki di lapangan kampung sebelah. "Sore, kak! Tumben ga nongkrong di warung kopi mang Jajang," ucap Lukas, nama panggilan bocah laki-laki itu. "Capek, Kas. Ga enak badan. Ini baru bangun dan langsung ...

Menjadi-jadi di Januari

Judulnya kayak lagu Glenn Fredly ya? Hahahahaa Hmmmm.... Sebenernya ga ada hubungannya sih. Ya kita cocok-cocokin aja lah ya. Januari sebagai pembuka tahun seolah harus menjadi pintu masuk membuka lembaran baru. 365 hari yang lalu tak perlu diingat, kecuali untuk dipetik buah manisnya. Setiap manusia lai-lagi dipaksa menghadapi kejutan demi kejutan di 2017. Menerima segala perubahan tak terduga di ratusan hari berikutnya bukan perkara gampang. Tak banyak manusia yang bisa begitu saja tak menoleh jejak yang sudah tercetak. Minimal, bekas itu menempel di ujung kaki, sepatu, celana panjang yang kepanjangan, atau apa pun itu kalau tak mau disebut membekas di rongga hati dan kepala. 15 hari sudah habis. Tak ada hal terlalu menarik yang terjadi selain panasnya suhu Pilgub DKI. Membosankan, bukan? Tak ada yang lebih menarik juga selain menerima bully-an karena bekerja di salah satu perusahaan yang dicap kafir oleh sekelompok orang. Ini bagian terlucu sebenarnya. 2017 bahkan menjadi aj...

Gegenitan ke Bandung

Oktober sepertinya jadi bulan yang pas buat gw nge-Bandung. Bareng si Iti, bocah alay yang nayla, gw memutuskan naik kereta Argo Parahyangan buat mengantarkan kami ke Kota Bunga di Sabtu Ceria! Aha! Hahahahhaha Keribetan pasti aja terjadi ya kalo perginya bareng tu anak kecil. Dimulai dari Jumat malam yang cukup  panjang karena kami keasyikan main di salah satu pusat hiburan, Gajah Mada Plaza (ebuset, bukan yang aneh-aneh ya). Tenang, tenang, kami main semacam timezone gitu! Bukan celamitan sama om-om woy! hahahhaha..... Kelar main udah nyaris jam 22.00 WIB kalo ga salah. Setelahnya masih harus ke Gambir ngeprint tiket, trus nyamperin kostan salah satu temen  buat ngambil kameranya si bocah yang ga sengaja ketinggalan di lokasi liputan doi. Kan kampret! Ada-ada aja kelakuannya yang bikin waktu jadi terbuang. Odong nih si Iti. Yaudin. Dipercepat dah. Sekitar jam 03.00 Sabtu dini hari, kami mulai siap-siap. Tepat jam 04.00 kami berangkat menuju Gambir. Alhamdulillah, meski...

Lalu Apa?

Belakangan kuping saya pengang mendengar berbagai makian dari banyak mulut, termasuk mulut saya sendiri. Saya atau kami mulai jengah dengan apa yang dipertontonkan oleh beberapa oknum 'gila' di lingkungan yang sempat menjadi tempat ternyaman saya. Kantor.

Istana dan Senyapnya Isu Reshuffle

ISU reshuffle semakin kencang berhembus. Istana Kepresidenan kerap kali disambangi tokoh penting yang disebut-sebut bakal masuk dalam daftar Kabinet Kerja. Istana seringkali 'ngeles' ketika ditanyai soal ini. Jawaban reshuffle merupakan hak prerogratif presiden seolah menjadi senjata pihak istana ketika didesak pertanyaan soal perombakan pembantu presiden. Saya tak sengaja bertemu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 8 April pagi. Hasto tampak buru-buru menuju jalan ke luar. Hasto yang datang di tengah kencangnya isu reshuffle tentu mengundang berbagai dugaan. Kabarnya, Hasto menemui Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pertemuan luput dari pantauan media yang hari ini berfokus pada rapat pemerintah bersama ratusan kepala daerah hasil Pilkada 2015 di Istana Negara. Kabar pertemuan ini kemudian dikonfirmasi kepada Pramono. Mengelak. Itu lah kesan yang didapat dari sikap Pramono hari ini. Berkali-kali ditanya, Pramono hanya terse...