Skip to main content

Posts

Dini Hari

Aku takut menatap pagi. Sinar mentari terlalu terang untuk orang gelap sepertiku. Bisakah waktu kita percepat agar senja segera datang? Tapi, dengan siapa aku membuat deal seperti itu? Tuhan? Pusaran waktu? Atau diriku sendiri? Powered by Telkomsel BlackBerry®

Everybody's Changing and I don't Feel the Same

Makna teman sudah bergeser jauh dari apa yang aku serap ketika kanak-kanak. Setia kawan, ikhlas berbagi, tak saling membicarakan di belakang, dan mencoba tetap tersenyum ketika kau sedih (bukan ikut menangis, karena itu akan memperburuk suasana). Semua itu sepertinya sudah musnah seiring menghilangnya keprimanusiaan makhluk yang mengaku MANUSIA! Lalu bagaimana dengan makna sahabat? Sama. Meski pergeserannya tak terlalu jauh, ketulusan sebagai sahabat pun sudah sangat sulit ditemukan. Entahlah, satu detik yang berjalan maju pasti membawa perubahan. Terima saja. Siapa yang kuat dan bisa menyikapi dengan dingin, kurasa dialah yang akan berhasil melesat maju. Fokuslah pada diri dan keselamatan sendiri, sebelum peduli pada orang yang tak terjamin kepeduliannya terhadapmu. Terima kasih teman dan sahabat. Tanpa kalian aku tak akan mengerti arti hadir dan absen. Powered by Telkomsel BlackBerry®

Battery About to Die

Energiku sudah hampir habis. Jangan paksa untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang berat. Permainan kalian terlalu cantik sampai aku tak tahu sedang dibodohi atau benar-benar dibutuhkan? Permainan kalian seperti proses balas dendam. Meski aku tak merasa pernah punya salah pada kalian. Berkali-kali kalian teror pikiranku dengan berbagai cerita dramatis. Padahal nyatanya, semua peristiwa yang terjadi tak 'seburuk' yang kalian gambarkan. Kalian seperti sengaja membuat malamku suram. Mata tak bisa terpejam, hati tak bisa tenang, dan perutku terasa ingin meledak saat membayangkan semua cerita-cerita ciptaan kalian. Apa sebenarnya yang kalian inginkan dariku? Jika kalian ingin aku sakit, kurasa ini sudah lebih dari cukup! Aku tak hanya sakit! Tapi sudah sekarat! Apalagi yang kalian harapkan dariku? Kematian???? Jangan biarkan aku bermain-main dengan prasangka. Jika itu terjadi, akan muncul triliunan alasan untukku membenci dan akhirnya menjaga jarak dengan kalia...

Keluh

Lelah kusimpan keluh ini. Bukan hanya karena dilarang, tapi mengeluh kurasa tak akan membantu menyelesaikan apa pun.. Tapi jika semua harus kau hadapi sendiri? Masih bisakah kau tahan keluh yang mungkin seharusnya sudah membuncah??? Maka aku minta maaf jika kali ini aku mengeluh. Aku lelah. Sudah. Itu saja. Powered by Telkomsel BlackBerry®

Hujan

Banyak yang harus kita bicarakan. Sepertinya diam tak lagi menjadi jalan yang baik bagi kita. Aku dan kamu terlalu naif karena percaya pada makna kata dari mata. Saling pandang yang hanya terjadi sekian detik setiap hari sudah tak bisa lagi membuatku mengerti. Aku berterima kasih pada hujan. Sebab tanpanya, aku tak akan terpikir untuk mempertegas apa yang terjadi di antara kita selama ini. Ketidaksengajaanku berjalan berdampingan dengan orang lain sepertinya membuatmu membuang muka. Lalu bagaimana aku bisa membaca makna mata? Bahasa tubuhmu terlalu misterius untuk kuselami. Hujan pula yang mengantarku ke tempat ini. Tempat di mana aku dan kamu akan menjelaskan semuanya. Hujan juga yang membuatku hanyut selama berjam-jam tanpa kehadiranmu! Kau telat datang? Atau justru sama sekali tak datang? Empat jam! Dan kedai ini akan tutup. Aku marah! Marah karena kebodohanku sendiri! Aku lagi-lagi berterima kasih pada hujan. Karena sekeluarnya aku dari tempat ini, tak akan ...

SepSun

Lagi-lagi perasaan tak enak itu muncul di saat seharusya semua menyatu dalam irama. Mungkin sebaiknya mundur dahulu untuk mengoreksi apa yang salah. Baru maju tanpa melihat ke belakang lagi. -dis-O- Powered by Telkomsel BlackBerry®